Trip to South Korea ~ Jeju Island & Seoul

Jeju Island

Seongsan Sunrise Peak

Sepertinya banyak tempat wisata di pulau Jeju yang bagus, aku di Jeju hanya 2 malam saja, jadi gak mungkin ke semua tempat. Aku juga tidak ke Loveland, tempat patung yang gambarnya ditujukan untuk anak usia 17 tahun ++, rombongan tur nya banyak anak-anak, jadi tidak ke sana. Acara tur nya juga tidak ada sih, ya sudahlah. Padahal aku penasaran, ingin lihat. Acara tur dalam 1 hari ke beberapa tempat, jadi waktu benar-benar diburu-buru , ada yang dikasih waktu 20 menit, 30 menit, 40 menit, supaya semua tempat wisata didatengin sesuai dalam acara. Yang paling parah waktu ke Cheonjiyeon Waterfall, memang itu ada dalam acara, tapi kita cuma dikasih lihat dari jauuhhh, gak mampir ke sana. Kata tour guide nya bakal makan waktu, takut gak kekejar. Gubraak. Itu maa mending ga usah ditulis dalam acara tur dunk, harusnya ditulis, melihat Cheonjiyeon Waterfall dari Seonnyeo Bridge. Seonnyeo Bridge itu jembatan fairy, dari sana bisa lihat air terjun Cheonjiyeon. Yup gambarnya bisa lihat di bawah ya.

Seongsan Sunrise Peak, tempat puncak gunung paling timur di Jeju yang merupakan tempat pertama kalinya matahari terbit. Di sini kita tidak boleh ke tempat jauh, bisa 2 jam jalannya kalau naik gunung, jadi ke tempat yang dekat saja, dan kalau tidak salah kita cuma dikasih waktu 30 menitan. Hahaha…. jadi gak usah heran kalau foto ku cuma area yang itu-itu saja :D . Kalau kulihat area ini sudah seperti Puncak Pass dehh, tempat nya sejuk, banyak angin, berkabut, mungkin karena kita perginya pas pagi jadi masih sejuuk.

sejuuk, anginnya kencang.


di sini ramai juga, banyak turis.

lautnya bagus.

Seongeup Folk Village

Di sini merupakan tempat desa tradisional masyarakat Jeju, dan sekaligus lokasi shooting film Jang Geum.

Rumah tradisional masyarakat Jeju atapnya berjerami, dan di Jeju katanya aman tidak ada pencuri. Di Jeju sangat terkenal dengan coklat jeruk, jadi kalau ke sini jangan lupa beli coklat jeruk untuk oleh-oleh.

Di Jeju katanya laki-laki memiliki derajat sangat tinggi, jadi laki-laki di sini tidak bekerja dan bisa santai-santai, sedangkan perempuannya yang bekerja banting tulang. Memiliki anak laki-laki juga lebih diutamakan dan lebih disayang dibandingkan anak perempuan. Berarti di sini jadi perempuan benar-benar tidak enak ya.

Cheonjiyeon Waterfall

Foto air terjun cheonjiyeon yang diambil dari jauh, sayang aku tidak mampir ke sana >.<

Seonnyeo Bridge

bagus juga jembatannya.

di jembatan seonnyeo

Teddy Bear Museum / Teseum

Kemudian kita lanjut ke Teddy Bear Museum, disingkat jadi Teseum. Di Seoul juga ada teseum, tapi aku di Jeju nya. Banyak banget boneka teddy bear yang pakai kostum macem-macem, lucu sekali.

Aku nyanyi dulu ya. kimi dake o, atashi dake o, atsui omoi o uketomote… *maaf gak nyambung* Itu cuma pajangan doank kok ^^

Ahh lucu

Sebenarnya banyak foto yang tidak kumasukkan di sini, bis kebanyakan :D . Kalau yang suka pemandangan alam dan mau honeymoon, mampir lah di pulau jeju, bagus banget loh, tempat wisata juga banyak. Orang-orang di Jeju sepertinya tidak terlalu bisa bahasa Inggris, bisanya bahasa Mandarin atau Jepang, karena turis kebanyakan datang dari Cina dan Jepang. Cina dan Jepang kan letak geografisnya dekat dengan Korea.

Seoul

National Folk Museum

Setelah ke desa nya Korea, lanjut ke kota Korea Selatan, Seoul. Di Seoul menginap hanya 2 malam saja, aku jalan-jalan di Korea Selatan hanya seminggu saja.

National folk museum ini museum nasional orang Korea, penjelasan lengkapnya baca di sini ya.

foto lagi dengan grup tur.

Namsangol Traditional Village

di sebelahku tour leader, yang pegang bendera orange tour guide

Ini tempat rumah tradisional orang Korea, namanya Hanok.

seperti ini modelnya.

Hari terakhir tur di Seoul, kita ke 10 tempat. Tour guide nya mengatakan biasanya tur yang lain sehari pergi paling banyak 5 atau 6 tempat, tapi ini 10 tempat, baru kali ini katanya. Walaupun demikian, kita berhasil ke seluruh tempat, dengan waktu 15-20 menit tiap tempatnya. Benar-benar buru-buru yaa. Hari terakhir ini kita pergi dari jam 8, pulang jam 10 malam. Wow capek banget >.< . Yahh kalau tidak mau capek, saran ku jangan ikut tur dehh. Kaki ku serasa mau copot tiap hari selama 6 hari di sana. Tidak tahan ingin buru-buru pulang, tapi setelah pulang ke Jakarta, masih kangen Seoul.

Acara tur yang tidak kumasukkan foto di sini :

1. Korea Food & Culture Institute, tempat bikin Kimchi dan foto pakai tradisional baju Korea.

2. Jeju Folklore & Natural History Museum (Jeju), museum sejarah dan kebudayaan masyarakat Jeju.

3. Halla Arboretum (Jeju), tempat bermacam-macam tanaman, pohon dan tumbuh-tumbuhan Jeju.

4. Mystery Road (Jeju), orang Korea bilang jalan setan/hantu. Napa bisa bilang begitu? Soalnya di sini jalan nya aneh, pada saat bus dimatikan, arah jalan naik/menanjak, tapi bus nya bisa jalan sendiri menaik, lumayan kencang, dan tidak menurun. Di sini banyak juga mobil yang mematikan mesinnya dan praktek. Bingung ya, arah nya melawan gravitasi. Di sini, tour guide nya menyuruh kita praktek dengan air, ngaruh gak. Orang-orang pada mencoba, aku pikir bodoh juga ya, kalau pada buang air minum. Aku cuma lihat saja.

5. Maze Park (Jeju), tempat berliku-liku, di sini kita nyari jalan keluar, seperti jalan labirin.

6. Osulloc Tea Museum (Jeju), tempat museum teh, ada kebun teh juga di sebrangnya.

7. World Cup Stadium (Seoul), stadium pertandingan sepak bola di Korea, dipakai waktu Piala Dunia Korea-Jepang 2002. Di gelora Bung Karno stadium nya jauh lebih besar dibanding di sini.

8. Dongdaemun Fashion Town (Seoul), tempat pusat perbelanjaan.

9. Kyongbok Palace (Seoul), bangunan istana raja Korea.

10. Blue House (Seoul), rumah Presiden Korea.

11. National Ginseng Centre (Seoul), tempat jual ginseng resmi dari pemerintah Korea.

12. Duty Free Shop di Donghwa (Seoul), tempat yang jual barang-barang branded dengan harga murah. Di sini beli harus pakai pasport.

13. 63 Building Observatory & 63 Wax Museum (Seoul), tempat melihat pemandangan kota Seoul dari gedung lantai 63. Wax Museum, tempat boneka lilin figur dari orang-orang terkenal.

14. Amethyst Showcase (Seoul), tempat jual batu amethyst.

15. Myeondong Street (Seoul), tempat pusat perbelanjaan. Aku suka banget ke sini, banyak toko-toko branded, kayak kosmetik dari Etude, Face Shop, sampai fahion merk Forever 21, Jill Stuart, Uniqlo, dll. Banyak banget gang-gang nya, aku lihat tiap blok ada toko kosmetik. Aku takut nyasar jadi ke sana cuma dikit belanja nya ^^!

Ngobrol-ngobrol soal Korea

Walaupun cuma seminggu di Korea, aku jadi banyak belajar tentang Korea. Jurusan ku sastra Jepang, dan belajar tentang budaya dan masyarakat Jepang, kalau dibandingkan dengan budayanya Korea, ada budayanya yang sama juga. Budaya nya yang sama, yang kutahu dari cerita tour guide budaya masyarakat yang menua. Di Jepang masyarakat yang menua banyak, angka kelahiran kurang, banyak orang Jepang yang tidak mau menikah, atau menunda untuk punya anak bagi yang sudah menikah karena biaya hidup di sana sangat tinggi, termasuk yang tertinggi di dunia. Di Korea juga sama, budaya masyarakat menua, tapi kalau kulihat, biaya hidup di Korea tidak semahal di Jepang, hanya makanan dan buah-buahan nya yang mahal. Harga 1 buah saja 5000 won ( kurs dikali 8 ), harga makanan di restoran standarnya 10.000-30.000 ( kurs dikali 8 ) won. Harga kosmetiknya yang murah sekali di sana, apalagi merk lokal seperti brand Etude House, Missha, Holika holika, The Face Shop, dll. Harga baju termasuk standart, mirip-mirip di Jakarta. Rata-rata usia menikah orang Korea, untuk perempuan 28 tahun, kalau laki-laki 31 tahun. Biaya hidup di Korea masih standart menurutku tidak setinggi di Jepang, cuma aneh kalau di sana budaya menua, mungkin ketularan Jepang kali yah.

Di Korea sama dengan di Jepang, masyarakat kelas atas dan kelas bawah sedikit, tapi golongan masyarakat menengah lebih banyak, jadi kelas masyarakatnya bentuk piramida. Kalau di Indonesia kan golongan masyarakat kelas bawah lebih banyak, yang ke dua golongan masyarakat kelas menengah, dan kelas atasnya lebih sedikit lagi, jadi bentuk kelas masyarakatnya segitiga.

Di sana air minum di tiap restoran gratis lohh, tidak seperti di sini harus bayar. Yahh, gak heran lahh harga makanan nya aja sudah mahal.

Fast food di Korea beda dengan di sini, makanan harus dibereskan sendiri. Jadi habis makan, jangan lupa menaruh makanan, beserta sampah pada tempat yang sudah disediakan, jangan langsung kabur. Sepertinya di sana kurang pekerja, di hotel aja tidak ada porter. Walaahh… Tapi cuma restoran fast food aja kok, restoran bukan fast food, masih diberesin ma pelayannya. Terus kalau mau bayar di restoran, gak panggil pelayannya minta bill, bayarnya harus langsung ke kasir.

Makanan di Korea benar-benar tidak jauh dari kimchi. Sudah seperti sambal di sini. Katanya orang Korea tidak bisa makan kalau tidak ada kimchi. Aku tiap makan makanan Korea pasti ada kimchi, hampir seminggu pas di sana lihat kimchi. Awalnya aku makan kimchi masih semangat, karena kupikir baik untuk kulit nih, sapa tahu bisa mulus kayak perempuan Korea =p . Tapi lama-lama enek juga ahh, bosen. Rasanya kayak makan sawi campur cabe yang diasinin =D hahaha….

Orang Korea sangat suka babi, jadi hati-hati kalau makan di Korea. Ada makanan yang suka ditambahin babi. Aku ilfil pas diceritain babi di Korea suka makan kotoran manusia iihhh jijik >.< . Ditambah lagi bukan hanya babi nya, sapi dan kuda (ini gak makan) nya pun makan kotoran manusia. Ihhh ilfill deehh. Tapi, pas di sana aku terpaksa makan, habis dikasih makanan nya itu, mau gak mau dehh, daripada gak makan (=_=)” . Perut ku sampai mules-mules, diare T.T hikkss… Kalau sapi mending makan wagyu aja dehh, lebih terjamin kualitas nya. Nahh mengenai babi niihh, saran ku jangan pernah makan babi, karena memang babi suka makan sampah dan kotoran manusia.

Sup rumput laut di Korea cuma pakai air dan rumput laut, tidak ada rasanya. Aku lebih suka misoshiru, lebih enak.

Peralatan makan Korea menggunakan bahan stainless, seperti sumpit, sendok, dan mangkuk nasi. Aku lihat tidak ada garpu (=_=)” . Susah banget makan pakai sumpit stainless malah sedikit tipis lagi, aku makan nasi nya jatuh-jatuh. Dan kemudian pada saat makan, mangkuk nya tidak boleh diangkat, bagi orang Korea itu tidak sopan, padahal kalau orang Jepang harus diangkat mangkuknya. Uhh beda yaa… Kalau di budaya kita maa cuek aja, mau ditaruh, atau mau diangkat sama aja. Oh iya, katanya di sana lebih suka makan sumpit pakai bahan stainless, karena dipercaya bisa bikin lebih pintar.

Kosmetik Jepang di Korea sedikit lebih murah dibanding Jepang. Yang mau berburu kosmetik Jepang, silahkan. Tapi murahnya cuma beda sedikit >.< paling 20rb-30rb an tergantung harga kosmetiknya. Lebih murah di Hongkong, lain kali beli sana aja. Ada yang bilang malah di Taiwan kosmetik Jepang nya lebih murah.

Aku lihat kebanyakan di Korea menggunakan mobil lokal buatan sendiri, mobil buatan Jepang dan buatan luar jarang. Yang paling laku kata tour guide nya mobil Hyundai Sonata dan Kia K7.

Handphone di Korea terkenalnya Iphone, aku lihat banyak yang pakai Iphone, sampai tour guide nya juga pakai, yang ke dua Samsung. Aku ke sana sudah niatan mau beli Samsung Galaxy S2 sapa tau lebih murah, tapi kata tour guide nya di Korea pakai CDMA, jadi tidak bisa dipakai di Indo. Kalau mau beli kayak Ipad atau Galaxy Tab yang pakai WiFi baru bisa dipakai di Indo. Yahh… payah, mau beli S2 di sana, gak jadi deh. Lagian sapa yang mau beli Ipad/Tab versi hape kayaknya uda cukup. Oh iya, handphone Blackberry tidak terlalu laku di sana.

Perempuan di Korea cantik-cantik, putih, dan mulus. Kata tour guide nya, orang Korea rajin makan kimchi, dan itu sebabnya wajah mereka halus dan mulus. Kandungan kimchi ada ginseng, cabai, dan gak tahu apalagi ^^! (gak nyimak waktu belajar bikin kimchi) gizi nya sangat tinggi, baik untuk kesehatan kulit. Selain itu juga perempuan Korea banyak melakukan operasi plastik, ada sekitar 70% perempuan Korea yang operasi, dan yang paling banyak operasi perbesar matanya, karena mata mereka sipit-sipit. Kalau ada yang mau operasi, silahkan di Korea, karena di sini sangat terkenal operasinya dengan harga yang lebih murah dibandingkan Jepang, hasilnya pun memuaskan, tau dunk artis Korea yang banyak operasi wajah, cantik-cantik mukanya, dan rata-rata sukses operasinya. Kalau mau operasi pilih pas musim dingin di sana, karena penyembuhan nya bisa lebih cepat.

Oke, segini aja cerita tentang Korea berdasarkan ingatan ku yang pas-pas an dari tour guidenya dan pengalaman ku di Korea. Aku suka sekali di sana, dan ingin ke sana lagi kapan-kapan, tapi masih gak tahu kapan =p . Ada tempat yang ingin kukunjungi yaitu Lotte World, main di Everland, dan shopping di Myeondong terutama pengen ke Mall nya nihh yang namanya Lotte dehh kalau gak salah ingat. Mmhh… tapi masih lama perginya ke Korea nya. Tour selanjut nya aku ingin ke Jepang, pengen nya pergi pas musim semi, saat bunga sakura mekar. Tapi, masih gak yakin karena banyak kendala, baik dari suami, dan kerjaan. Yaah, pasrah saja dehh…

Review tentang liburan Korea sampai sini saja, besok-besok lanjut review beauty product. Sudah lama gak review beauty product :D .

Terima kasih bagi yang uda baca.

My Story, Travel

10 comments


  1. HAllo sis salam kenal, kemaren pas lebaran, aku juga ke sana. di sana emank keren bgt >.< mau lagi. mau ke myeongdong aja… borong kosmetik ^^ hehehe

    • salam kenal juga :D
      oohh sama yaa, asiikk bgt yaa, pngen ke sana lg.
      sama aku jg mau ke myongdong nya, mo borong kosmetik jg :D
      Tika ke sana berapa hari?

  2. ak 7 hari tanpa jeju.. terus guide lokalku baik (org indonesia yg tinggal di korea) nambahin myongdong yang ga ada di jadwal. 3 hari terakhir hampir full belanja ^^jadi puas bgt ^^ walaupun pas plg ada aja yang pengen dibeli hehehe… cc berapa hari di sana?

    • wahh asikkk banget ya, 3 hari belanja. Aku waktu belanjanya terbatas >.< jadi musti buru-buru, gak puas belanjanya. Sama seminggu juga ^^ .

  3. tyo

    keren mba, mw tanya . . , apa msh d sana? . . .

  4. Naomi sendiri keliatana kayak orang korea yahh :)

  5. catherine

    kamu ikut tour nya dr jakarta atau korea ?
    apa nama tour nya ya ? brapa biaya nyaa ?
    pengen ke korea juga nihh

    • Ikut tur dr jkt, pke dwidaya :) . Dulu aku perginya pas high season, kna $1700an seminggu. Klo ga high season paling $1300an seminggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>